Perawatan Busana
Pakaian yang tersimpan rapi bukan hanya terlihat lebih baik — ia juga bertahan lebih lama. Teknik menyetrika dan melipat yang benar adalah bentuk perawatan yang sering diabaikan, padahal dampaknya sangat terasa pada kondisi pakaian dalam jangka panjang.
Setiap jenis kain memiliki titik leleh yang berbeda. Menyetrika dengan suhu terlalu tinggi bisa merusak serat secara permanen, meninggalkan bekas gosong, atau bahkan melubangi kain. Gunakan tabel referensi berikut sebagai panduan:
| Jenis Kain | Suhu Setrika | Catatan |
|---|---|---|
| Linen | Tinggi (200–230°C) | Setrika saat kain masih sedikit lembap |
| Katun | Sedang–Tinggi (180–220°C) | Bisa disetrika terbalik untuk warna gelap |
| Rajut / Knit | Rendah–Sedang (110–150°C) | Gunakan kain pelapis, hindari tekanan langsung |
| Polyester / Campuran | Rendah (110–130°C) | Setrika terbalik, hindari uap berlebih |
Untuk Classic White Shirt: mulai dari kerah, lalu manset, lengan, dan terakhir badan kemeja. Ini urutan yang paling efisien dan menghasilkan hasil terbaik. Untuk Linen Midi Dress dan Shirt Dress: setrika saat masih sedikit lembap dengan suhu tinggi — linen memang butuh suhu tinggi untuk benar-benar mulus. Untuk Pleated Culotte: ikuti arah plisket dengan ujung setrika, jangan menyetrika melintang yang bisa merusak lipatannya.
Lipat pakaian segera setelah setrika selagi masih hangat — ini akan membantu bentuk lipatannya lebih tahan lama. Simpan kemeja dan blazer dalam posisi berdiri di laci (metode KonMari) agar mudah dilihat dan diambil tanpa mengacaukan yang lain. Dress dan celana panjang lebih baik digantung agar tidak berbekas lipatan horizontal.
Kebiasaan merawat pakaian dengan benar adalah salah satu cara paling sederhana untuk memperpanjang umur lemarimu dan menjaga investasimu tetap dalam kondisi terbaik.